<-----"www.gunadarma.ac.id/"----->
<-----"www.gunadarma.ac.id/"----->
Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Januari 2010

Arsitek Terkenal Dunia

Para Desainer Furniture dan Arsitek Terkenal Abad 20

Para Desainer Furniture dan Arsitek Terkenal Abad 20

Sesuai dengan postingan kami sebelumnya tentang desain furniture klasik. Berikut ini adalah sebuah liputan tentang para Desainer furniture dan Arsitek terkenal pada abad 20 yang telah menjadikan abad 20 ini sebagai abad dimana sejarah perubahan paling revolusioner terhadap dunia furniture itu terjadi.

Desain Furniture pada abad 20 banyak mengaplikasikan metode inovasi teknologi dan proses manufaktur baru yang sejalan dengan makin berkembangnya penciptaan dan pengenalan terhadap bahan2x material dan konstruksi baru dengan pilihan gaya/style, material & bahan serta inovasi desain yang sangat luas, beragam dan global.

Hal ini telah menjadikan Desain Furniture Abad 20 menjadi sebuah desain yang memiliki perkembangan dan perubahan yang sangat cepat dengan memunculkan Desainer2x dan Arsitek Terkenal dengan berbagai karyanya yang dikagumi oleh dunia. Adapn periode Desain Furniture abad 20 ini juga dikenal sebagai periode furniture klasik, furniture modern dan furniture kontemporer.

Di bawah ini adalah beberapa seleksi dari Desainer Furniture dan Arsitek Terkenal di Abad 20 yang telah merubah dunia desain furniture menjadi seperti yang kita kenal seperti sekarang ini, simak datanya berikut ini yang kami susun sesuai dengan alphabet :

Alvar Aalto Membuat konsep desain yang sesuai dengan bentuk tubuh manusia.

Arne Jacobsen Desain furniturenya kebanyakan terbuat dari plywood yang dibentuk menjadi sebuah bentukan organik.

Bauhaus Pengaruh desain dari Bauhaus masih bisakita rasakan saat ini. terkenal dengan sekolah desain era modernnya.

Charles Eames revolusioner dengan karya furniture yang bisa kita lihat seperti hari ini.

Ettore Sotsass Desainer furniture terkenal dari Italia

Eileen Gray Seorang Arsitek inspirasional dari Irlandia

Eero Saarinen mempercayai bahwa desain adalah satu kesatuan tubuh manusia.

Gerrit Rietveld Terkenal dengan Desain Kursi Merah/Birunya.

Le Corbusier mendesain furniture untuk menciptakan gaya baru dalam dunia arsitektur, terkenal dengan desain kursi “chaise longue” nya.

Mies van der Rohe adalah seorang arsitek yang sangat berpengaruh terhadap dunia desain furniture.

Marcel Breuer terkenal dengan karyanya “tubular steel chairs”.

Mario Bellini Seperti kebanyakan arsitek Italia, range aktifitasnya dari mulai arsitektur dan urban planning sampai pada produk dan furniture desain.

Michelle De Lucch membuat sebuah eksperimental project dengan berorientasi pada produksi kerajinan yang berskala kecil.

Memphis Group sebuah join manufaktur yang memproduksi desain furniture dari beberapa desainer.

Phillipe Starck

Pablo Pardo Interpretasi dari pencahayaan dalam berbagai bentuk desain furniture.

Richard Sapper Seorang Industrial desainer dari Jerman. Juga seorang penerima penghargaan industrial desain ” Compasso d’Oro ” pada tahun 1959.

Shiro Kuramata seorang desainer jepang yang terkenal pada abad 20 dengan penggunaan material industri seperti wire steel mesh, dan lucite untuk menciptakan interior dan furniture.

Ted Boerner

Vico Magistretti adalah seorang industrial desainer dari italia, terkenal sebagai arsitek sekaligus sebagai desainer furniture

Demikian liputan tentang arsitek dan desainer furniture abad 20. Nantikan liputan2x berikutnya tentang hasil karya dari para desainer & arsitek ternama di atas.

Continue Reading...

Senin, 09 November 2009

Oscar Niemeyer, Arsitek Tertua Di Dunia



Oscar Niemeyer untuk terus berkarya di bidang arsitektur.Pada usia ke- 101,Niemeyer bertekad belum akan pensiun.

PEKAN lalu, Niemeyer bahkan masih terlihat hadir dalam sebuah rapat yang digelar Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di Planalto Palace,Brasilia, untuk membahas krisis ekonomi di negara itu. Niemeyer mewakili kalangan arsitek Brasil.

Kedatangan Niemeyer di Planalto Palace itu menjadi catatan tersendiri baginya. Niemeyer berperan besar dalam renovasi istana negara yang menjadi simbol kebanggaan rakyat Brasil tersebut.Planalto Palace merupakan salah satu karya Niemeyer, arsitek yang selalu menonjolkan gaya modern. Niemeyer lahir di Rio de Janeiro, Brasil, pada 15 Desember 1907.

Dia sangat terkenal dengan karya arsitektur bergaya modern. Meski telah berusia seabad lebih, dedikasinya terhadap arsitektur tidak luntur. ”Tanggal tidak begitu penting. Umur juga tidaklah penting, apalagi waktu,” ungkap Niemeyer ketika merayakan hari ulang tahunnya ke-100pada tahun lalu.

Nama Niemeyer tidak asing bagi kalangan arsitek dunia. Niemeyer dikenal sebagai pelopor gaya arsitektur modern, khususnya di kawasan Amerika Latin. Hasil rancangan bangunannya mempunyai nilai artistik tertentu yang mengolaborasikan faktor logis dan substantif. Meskipun dipandang ”setengah pensiun”, Niemeyer masih aktif bekerja.Dia terkadang masih terlihat menggambar untuk pesanan dari luar.

Niemeyer juga mengaku senang menerima arsitek muda dari seluruh dunia. Nama besar Niemeyer menarik perhatian Matthieu Salvaing yang kemudian menuangkannya dalam sebuah buku. Salvaing menilai, Niemeyer berperan besar dalam mengubah wajah ibu kota Brasil, Brasilia. Karena jasanya itu, Niemeyer ditunjuk sebagai ketua arsitek Brasilia.

”Oscar Niemeyer yang menjadi salah satu arsitek paling banyak karyanya pada abad ke- 20 dianggap sebagai pelopor gaya arsitektur modern,”ungkap Salvaing yang mengaku pernah melakukan perjalanan bersama Niemeyer dari Sao Paulo menuju Belo Horizonte. Niemeyer telah mendesain sejumlah bangunan penting, baik di Brasil maupun di luar negeri.

Pada 1988, dia mendapatkan penghargaan Pritzker Prize karena dedikasi dan prestasinya di dunia arsitektur. Niemeyer telah mendesain bangunan mulai dari Gedung Departemen Pendidikan dan Kesehatan Brasil, yang saat ini bernama Palace of Culture, pada 1937 di Rio de Janeiro hingga Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada 1947.

Niemeyer memulai karier sebagai arsitek pertama kali setelah lulus dari Universita Escola Nacional de Belas Artes di Rio de Janeiro pada 1934. Saat itu, dia bergabung dengan tim arsitek Brasil yang bekerja sama dengan Le Corbusier. Dia mulai menggarap proyek pembangunan Gedung Departemen Pendidikan dan Kesehatan Brasil.

Pada awal kariernya, Niemeyer belum mampu memunculkan gaya yang menjadi ciri khas. Semua karyanya masih terpengaruh ciptaan Corbusier. Hubungannya dengan sejumlah arsitek dan tokoh matematika terkenal di dunia, di antaranya Joaquim Cardoso dari Brasil dan Pier Luigi Nervi dari Italia, ternyata mampu memengaruhi kreativitas Niemeyer di bidang arsitektur.

Pada 1947, Niemeyer berhasil menjadi salah satu arsitek terkenal di dunia. Ketika itu, dia mendapat kehormatan untuk bergabung dengan sebuah tim dalam mendesain markas besar PBB. Hasil desain Niemeyer ternyata mendapat penilaian terbaik dari para juri. Namun, karena tidak percaya diri dengan proyek sebesar itu, Niemeyer akhirnya memutuskan bekerja sama dengan Le Corbusier.Proyek itu berhasil, tetapi kemudian ternyata Le Corbusier yang paling banyak diuntungkan dan terkenal.

Era 1950-an boleh dibilang sebagai masa kejayaan Niemeyer. Dia menangani beberapa desain gedung,baik di dalam maupun luar Brasil. Di Sao Paulo,Niemeyer telah mendesain rancangan dari Pusat Riset Penerbangan. Di Prancis,Niemeyer juga berhasil mendesain gedung pabrikan automotif Prancis, Renault.

Dia pun menjadi orang di belakang layar yang mendesain pembangunan Kantor Media Mondadori di Milan dan Gedung FATA di Turin.Adapun di Aljazair,Niemeyer dipercaya mendesain beberapa gedung, antara lain Taman Zoologi,University of Constantine, dan Gedung Departemen Luar Negeri.

Dari 1957 hingga 1959, Niemeyer mendapat kehormatan sebagai penasihat dari organisasi arsitek Nova Cap yang berencana mendesain proyek untuk mengubah wajah Brasilia. Setahun kemudian, Niemeyer ditunjuk sebagai pemimpin para arsitek di Nova Cap yang mendesain sebagian besar bangunan penting di kota itu.

Bangunan-bangunan itu dianggap sebagai simbol modernisasi Brasilia. Pada 1964, Niemeyer memutuskan untuk berafiliasi politik dengan partai komunis. Keputusan itu memaksanya berada di pengasingan di Prancis. Di negeri yang terkenal dengan tradisi demokrasi itu,Niemeyer juga turut serta dalam mendesain markas besar partai komunis setempat.

Dengan berakhirnya kekuasaan diktator di Brasil, Niemeyer akhirnya memutuskan kembali ke tanah air. Sekembalinya ke Brasil, dia memilih untuk mengajar di University of Rio de Janeiro dan membuka jasa konsultan arsitektur sendiri
Continue Reading...